Senin, 07 Desember 2009

165.361 Penduduk Aceh Masih Menganggur


Cetak

Email

Banda Aceh,

Jumlah angka pengangguran pada angkatan kerja di Provinsi Aceh hingga Agustus 2009 tercatat sebanyak 165.361 orang atau mengalami penurunan sebesar 9 ribu orang dibandingkan keadaan Februari 2009 yang mencapai 174. 000 orang.

Sementara jumlah angkatan kerja di Aceh pada Agustus 2009 mencapai 1,898 juta orang, bertambah sekitar 33.000 orang dibanding jumlah angkatan kerja Februari 2009 sebanyak 1,865 juta orang.

Sedangkan jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja pada Agustus 2009 mencapai 1,733 juta orang, atau bertambah 41.000 orang jika dibanding dengan keadaan Februari 2009 sebesar 1,692 juta orang.

"Keadaan pengangguran menurun 6.000 orang dibandingkan keadaan Agustus 2008 yaitu dari 171.000 orang pada Agustus 2008 menjadi 165.000 orang Agustus 2009," ujar Kabid Statistik Sosial pada Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Rudi Fachri kepada wartawan, Selasa (1/12).

Menurutnya, hal ini juga menyebabkan naiknya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menjadi 62,50 persen pada Agustus 2009 dari sebelumnya 60,32 persen Agustus 2008.

Sementara tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami penurunan menjadi 8,71 persen pada Agustus 2009 dari sebelumnya 9,56 persen Agustus 2008. Selama setahun terakhir, penurunan pengangguran terjadi pada perempuan, hampir 14.000 orang dibandingkan penganggur laki-laki yang justru mengalami peningkatan hampir 8.000 orang.

Dijelaskan, tingkat pengangguran tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Utara yaitu sebanyak 24.080 orang dari jumlah angkatan kerja mencapai 218.964. Kemudian menyusul pengangguran di Aceh Besar 18.011 orang, Bireuen 15.250 orang, Pidie 11.351 orang dan Aceh Tamiang 10.420 orang.

Sementara tingkat pengangguran terendah di Kota Subulussalam sebanyak 1.019 orang, Sabang 1.736 orang, Bener Meriah 1.540 orang, Gayo Lues 2.094 orang dan Kabupaten Aceh Jaya sebanyak 2.239 orang.

Rudi Fachri menambahkan, selama setahun terakhir peningkatan jumlah penduduk bekerja tertinggi terjadi di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan, yang meningkat 60.000 orang lebih.

Sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan meningkat 48.000 orang lebih, dan yang mengalami peningkatan terendah sektor perdagangan, rumah makan dan akomodasi sebesar 11.000 orang lebih.

Sementara sektor industri pengolahan jumlah pekerjanya menurun lebih dari 5.000 orang. Ini diduga karena adanya penurunan jumlah industri tersebut yang beroperasi di Aceh.

"Sektor ini tadinya merupakan salah satu yang banyak menyerap tenaga kerja, terutama saat rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pasca tsunami Desember 2004. Berkurangnya jumlah industri yang beroperasi, mengakibatkan banyak tenaga kerja di industri pengolahan beralih ke sektor lain, bahkan menjadi pengangguran atau keluar dari angkatan kerja," ungkapnya. (analisadaily.com)

1 komentar:

Ulon tuan preh kritik ngoen nasihat jih. Maklum ulon tuan teungoh meuruno.