Jumat, 27 September 2013

Pembukaan Pekan kebudayaan aceh yang ke VI


Ribuan Masyarakat Tak Diperbolehkan Masuk Pembukaan PKA VI
Oleh : Sangkuturi | 20-Sep-2013, 18:26:11 WIB

KabarIndonesia - Aceh, Ribuan masyarakat semenjak pagi sudah menunggu dan ingin melihat bagaimana berlansungnya acara Pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh ke VI oleh Presiden RI, yang selama beberapa tahun terakhir sudah ditunggu masyarakat sekitar. 

Berdasar pengamatan wartawan dari berbagai media cetak lokal dan luar negeri yang sengaja datang,  kondisi Aceh selama ini dalam kontek perdamaan masih berjalan dengan mulus dan terlaksana apa yang diharapkan oleh masyarakat Aceh.

Masyarakat Aceh saat ini sangat haus terhadap seni seni kebudayaan yang sudah lama tidak dilaksanakan dengan semestinya seperti apa yang diharapkan oleh masyarakat di berbagai belahan penjuru kota yang ada di Aceh.

Salah satu masyarakat yang jauh-jauh datang dari Aceh Tamiang, Arsal, iuntuk menyaksikan Pembukaan PKA Ke VI oleh bapak Presiden SBY merasa kecewa. Pasalnya tak seperti yang diharapkan, sesampai di Taman Ratu Safiatuddin ternyata tidak di perbolehkan masuk dikarenakan tidak ada surat undangan.

"Saya bertanya pada penjaga pengamanan pintu pagar PKA, apakah acara ini untuk pejabat dan saudaranya saja? Atau untuk aparat keamanan? Saya sangat heran kenapa penjagaan sangat ketat. Sudah seperti pada masa darurat militer penjagaannya. Apa yang akan terjadi di aceh?" keluhnya kecewa.

Selanjutnya ibu Anisah dari Sulussalam juga mengatakan seperti itu, "Saya sangat heran apa yang sudah terjadi lagi di Aceh? Sampai penjagaan Pekan Kebudayaan Aceh sangat ketat. Sampai sampai kami masyarakat tidak diperbolehkan melihat acara puncak daerah kami sendiri. Kalau memang tidak di perbolehkan masuk ke arena pembukaan, sebaiknya pihak panitia menyediakan layar lebar untuk siaran lansung di depan pnitu masuk PKA agar kami bisa menikmati kegiatan pembukaan yang di lakukan oleh bapak SBY," usulnya dengan sedih.

"Kita berharap pemerintah ke depan bisa menghargailah. Masyarakat kecil jangan dianggap patung. Salah satu jalan terbaik, pemerintah harus menyediakan fasilitas yang memadai untuk masyarakat  supaya bisa menikmati,'' pungkas Anisah berharap. (*)   


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ulon tuan preh kritik ngoen nasihat jih. Maklum ulon tuan teungoh meuruno.